About this blog

Labels

Marcadores

Categorias

Baixe Filmes Agora!

Parceiros

Powered By Blogger

About Me

Foto Saya
BLOG PELAJAR
Lihat profil lengkapku

Followers

Kamis, 14 Oktober 2010

LOMBA DESIGN BLOG

Hm,,, lagi-lagi MP ngadain lomba design blog lo,,,
Ayo bagi kamu blogger-blogger tingkat SMP dan SMA Se Kota Pekanbaru,, silahkan ikut.

Kamis, 23 September 2010

LOMBA MENULIS

Ayo,,, bagi kamu para pelajar yang hobi menulis, khususnya fans Ungu Band dan penikmat Gery Chocolatos, Ayo Ikutan



Rabu, 25 Agustus 2010

TETAP AKRAB MESKI DARI SMP YANG BERBEDA


Terlihat keakraban antar ketiga siswa ini, Aje - Waiz - Ismail.
Siswa SMK Neheri 5 Pekanbaru jurusan Multimedia yang datang dari SMP yang berbeda tetap bisa kompak dalam hal sekolah. Meski mereka yang berbeda organisasi Aje (Pramuka), Waiz (Passus) dan Ismail (PMR). Tetapi tiada perbedaan antara mereka.

Ismail yang kini menjabat sebagai ketua OSIS pun tetap masih suka bergaul dengan teman-temannya. Kebetulan saat Ramadhan tiada batasan di sekolah mereka memakai baju apa, adalakan tetap seragam sekolah dan sopan. Inilah ketiga cerminan pakaian seragam sekolah mereka.

Satu hal lagi yang unik, diantara mereka yang ketiga sukunya juga berbeda bersatu dalam bahasa Indonesia. Meski Aje yang orang Sunda, Waiz yang orang Jawa dan Ismail yang bersuku batak. Namun tidak membatasi mereka dalam bergaul.

CERIANYA SMP SEI PUTIH


Ramadhan tahun ini meski harus kembali menahan haus dan lapar, namun tidak membuat malas serta lemas siswa di salah satu SMP swasta di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
Pasalnya, puasa bukan alasan untuk tidak bersemangat dalam menjalankan aktifitas termasuk sekolah. Meski harus bersekolah di bulan puasa ini mereka tetap melakukan aktifitas berkumpul dengan teman-teman di waktu senggang seperti hari biasa.

SMP yang terletak di jalan poros desa ini memiliki lingkungan yang asri dan taman yang indah serta jauh dari keramaian, sehingga mendukung dalam proses pembelajaran. Bahkan alumni SMP ini sudah banyak yang sekolah di luar daerah dan menjadi orang yang sukses.
Sabtu, 21 Agustus 2010

THE SMEKANFIVE CREW


"Dari SMP sudah suka dance, sampai sekarang"
Itulah yang terucap dari tim dance dari SMK Negeri 5 Pekanbaru yang dijuluki The Smekanfive Crew. Penampilan dance yang mereka tampilkan pada setiap eventnya sungguh membuat seluruh penonton bersorak takjub. Betapa tidak, gerakan-gerakan yang enerjik dari likukan tubuh mereka membuat aksi yang penuh dengan hiburan.

Personil yang terdiri dari lima orang ini adalah siswa dari SMK N 5 Pekanbaru yang berbeda jurusan, seperti Aje (Multimedia), Jihad, Dani, Faugia (Elektronika), dan Amek (Bangunan). Datang dari latar belakang yang berbeda dari sekolah yang berbeda.

Memang diantara mereka hanya Aje lah yang sangat suka dengan dance, "sejak SMP saya suka sekali dengan dance..." ucap Aje yang dari SMP sudah mulai membentuk grup tari di sekolahnya.
Jumat, 06 Agustus 2010

Kobarkan Nasyid

Akhirnya nasyid di kalangan pelajar mulai bangkit kembali di tahun 2010 ini. Menjelang bulan suci Ramadhan (1431 H), lagu-lagu nasyid mulai bergema kembali dan ternyata bukan hanya digemari orang dewasa tapi juga remaja muda masa kini.

Nasyid menjadi trend islami yang sangat digemari, dengan teknik bermain musik accapela (instrument suara manusia) dan haroki (drum set), lagu-lagu nasyid ditampilkan tidak kalah menarik dengan musik-musik populer lainnya.

Event-event yang diikuti pun terbilang besar, banyak festival nasyid mulai bermunculan untuk mengembangkan minat serta bakat pelajar di bidang musik. Selain itu, dengan berciri khas religius Nasyid dapat digunakan sebagai media dakwah melalui seni.

Berikut tim Nasyid yang baru-baru ini terbentuk namun sudah mulai eksis dalam bernasyid :

ARRIVAL - Nasyid ROHIS SMK N 5 Pekanbaru


Beberapa event lokal yang sudah mereka ikuti antara lain Festival Nasyid Temu Pelajar Islami -VI se-kota Pekanbaru dan Honda Expresi Road to School di SMK N 5 Pekanbaru.

Dengan membawakan lagu berjudul Hanya PadaMu dari SNADA dan Rumus Canggih dari Justice Voice, tim Nasyid mereka tampil menghibur penonton dengan pakaian serba hitam tersebut.
Senin, 14 Juni 2010
BLACK BELT (SABUK HITAM)

Suka menonton film action?
Kenapa tidak coba menonton film yang satu ini : Kuro-Obi The Black Belt.
Silahkan kunjungi market yang ada, atau dapat mendownload berkas videonya di link kami berikut ini :

(Qualitas setelah upload berkurang)

Scene 1
http://www.easy-share.com/1910961592/YouTube - Kuro-Obi 1-10.flv
Selasa, 25 Mei 2010

SERUNYA HELAT BLOGGER RIAU 2010 DENGAN PELAJAR

Dipostkan oleh AJ untuk kita semua
Pekanbaru, 25 Mei 2010

Acara yang diselenggarakan oleh PT Telkom bekerjasama dengan Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru, merupakan salah satu bukti kepedulian Telkom terhadap dunia pendidikan, terutama dalam bidang ilmu komunikasi dan informasi. Dengan bertemakan Melalui Pekan Informasi Nasional 2010 Tingkatkan Ekonomi Dan Cinta Produk Indonesia, acara ini menjadi lebih seru dengan adanya tanya jawab antara pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dengan para pembicara dari Blogger Bertuah, bagi mereka yang memberikan pertanyaan atau komentar akan mendapatkan souvenir menarik dari panitia. Bukan hanya tanya jawab yang dilakukan, namun PT Telkom juga mengadakan perlombaan posting blog terhadap para pelajar yang mengikuti acara ini yang mana pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik.


Acara ini diikuti oleh 80 peserta baik pelajar maupun guru pembimbing dari 10 sekolah yang ada di Kota Pekanbaru, diantaranya adalah SMA N 1 Pekanbaru, SMA N 8 Pekanbaru, SMK N 5 Pekanbaru, SMK N 2 Pekanbaru, SMK Ibnu Taimiyah, SMA N 9 Pekanbaru, SMA Santa Maria, SMA N 5 Pekanbaru, SMA Kalam Kudus dan SMA Cendana Rumbai. Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut, selain mendapatkan ilmu pengetahuan tentang blog, mereka juga mendapatkan banyak teman. ”Saya senang dapat mengikuti acara tersebut, selain pengetahuan tentang blog yang belum saya ketahui, saya juga dapat berkenalan dengan teman-teman dari sekolah lain yang memiliki hobi yang sama.” Ujar salah satu siswa yang kami (Tim School Update) wawancarai siang hari tersebut.

Bertepatan dengan Pekan Informasi Nasional 2010 yang diadakan di Purna MTQ Pekanbaru tersebut menjadikan acara ini lebih meriah, terlebih dengan kehadiran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bapak. Ir. H. Tifatul Sembiring dalam memberikan pesan kepada para pelajar yang hobi dalam bidang blogger tentang menggunakan internet secara baik dengan memperhatikan komunikasi yang benar.



Selain sebagai tempat berkumpulnya para blogger, acara ini bertujuan untuk memberdayakan blog kepada para blogger Pekanbaru sebagai alat untuk ekspresi sharing informasi dan pengetahuan. Blog yang tadinya berfungsi sebagai diary online, kini bisa digunakan untuk promosi sebuah layanan baik berupa barang maupun jasa yang bisa dikenal oleh masyarakat baik itu dalam tingkat lokal mapun mancanegara. Seperti yang kita ketahui, blog bisa diakses oleh seluruh orang di seluruh dunia, didalamnya banyak terdapat feature yang bisa dimanfaatkan untuk menarik perhatian banyak orang. Jadi, dengan adanya acara ini juga ikut mendukung pengenalan produk-produk dari kepada masyarakat luas akan pentingnya mencintai produk tanah air.



Seperti yang disampaikan oleh Bang Emo salah satu perwakilan dari blogger bertuah, “orang luar negeri saja bangga dengan adanya blogger, yang memiliki komunitas blogger seperti yang kita lakukan saat ini”. “Kita harus bangga dengan tanah air kita, sudah tahu tidak, ada alat baru ciptaan anak bangsa yang dapat digunakan untuk menterjemahkan suara ke dalam teks?” tanya bang Emo kepada pendengar dengan tawa khasnya. Dengan peran kita bersamalah, khususnya para pelajar yang memiliki potensi besar dan dengan bekal yang diperoleh ketika menuntut ilmu pendidikan yang nantinya dapat berguna untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meghasilkan karya-karya berupa produk asli buatan Indonesia, sehingga dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia. (AJ)

Gallery

Inilah beberapa gambar yang kami ambil dari acara Helat Blogger Riau 2010













Senin, 24 Mei 2010

Bisnis PIN

KELAS WIRAUSAHA



Siswa dan siswi sekolah kejuruan dituntut untuk memiliki keterampilan khusus dalam dunia kerja. SMK Negeri 5 Pekanbaru memberikan kesempatan kepada siswanya agar bila tamat nanti bisa membuka usaha sendiri. Untuk itulah jurusan Multimedia membuka kelas wirausaha.

Pada kelas ini, siswa diajarkan cara memproduksi suatu barang yang diminati oleh masyarakat dan memiliki nilai guna sehingga dapat mengasilkan uang. Selain dibekali dengan perlatan yang cukup, kelas ini dibimbin oleh seorang guru kejuruan yaitu Sonzarni, S.Pd yang sudah berpengalaman dalam bidang tersebut. Salah satu hasil yang paling menonjol sekarang ini adalah pembuatan pin dalam model gantungan kunci, pembuka tutup botol dan bros jilbab.

Kelas wirausaha yang berlokasi di Jalan Yossudarso Rumbai ini dilakukan sepulang sekolah, di ruang Multimedia SMK N 5 Pekanbaru. Sejak berdiri pada tahun 2009 lalu, pin hasil kreatifitas dari siswa ini telah banyak mendapatkan hasil dari penjualannya.




Dengan demikian, seluruh siswa bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan bisa merekrut tenaga kerja, bukan mencari pekerjaan. Salah satu pengakuan dari siswa yang menjadi anggota kelas wirausaha tersebut, keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan pin memang tidak seberapa, dari sebuah pin kecil. Harga Pin berukuran 4,4 dijual dengan harga Rp 4000, Pin berukuran 5,8 dijual Rp 6000, gantungan kunci ukuran 4,4 dijual Rp5000, gantungan kunci berbentuk boneka dijual seharga Rp 7000. ”Kami tidak memandang besar kecilnya keuntungan yang dihasilkan. Yang kami inginkan, bagaimana cara mengembangkan jiwa seorang wirausahawan dari diri kami,” ujarnya. (AJ)

Untuk info pemesanan Pin, silahkan kirim email ke : ajexxxj@gmail.com


Cerpen Pendidikan

Karya : Ma'shum Abdul Jabbar

AMANAH ORANG TUA BAYU



Udara dingin di pagi hari menyelinap masuk melalui jendela kamar tidur Bayu, mebuat anak kos yang tinggal sendirian itu terbangun. “Brrr… dinginnya…” gumam Bayu pelan. Memang keinginan dari Bayu sendiri untuk bersekolah jauh dari orangtua demi hidup mandiri dan mencapai cita-citanya. Teringat ketika sebelum ia mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan yang dipilihnya tersebut, sang Ibu berpesan untuk memilih sekolah sesuai pilihan hati anaknya, sedangkan sang Ayah menyuruh Bayu agar masuk ke SMA Negeri Favorit yang ada di kota agar setelah tamat dapat berkuliyah di Fakultas Hukum. Keinginan Bayu yang tidak sesuai dengan sang Ayah, memilih untuk masuk ke Sekolah Kejuruan dan mengambil jurusan Teknik Elektronika sesuai hobinya yang suka membongkar peralatan elektronik dirumahnya. Dalam hatinya Bayu merasa menyesal tidak bisa menuruti keinginan Ayahnya tersebut, namun ia bertekad akan membahagiakan kedua orangtuanya kelak.

Sebulan sejak ia masuk sekolah tersebut, timbul kejenuhan pada dirinya. Bayu yang semula anak baik-baik kini terjerumus dalam pergaulan bebas. Selain jauh dari orangtua, Bayu yang tinggal di kos sendirian membuat ia bebas keluar malam bersama teman-temannya. Saat disekolah ia sering mengantuk bahkan tertidur ketika jam pelajaran berlangsung, ini akibat bergadang terlalu larut. Pekerjaan rumah dan tugas yang diberikan oleh gurunyan tidak ia kerjakan dan Nilai Ulangan Hariannya pun sering remedial. Selain itu, Bayu juga sering datang terlambat dan juga serig bolos dari sekolah. Hingga akhirnya wali kelas Bayu yaitu Bu Zahara yang juga sekaligus guru Matematika di Sekolah itu, memanggil kedua orangtua Bayu untuk melaporkan keadaan anaknya tersebut.

“Maaf Bu, Pak. Ini nilai-nilai anak Ibu dan Bapak selama setengah semester” ucap Bu Zahara sambil menunjukan kertas hasil ulangan Bayu kepada kedua orangtua tersebut di ruang kesiswaan. “Bukan cuma nilainya yang rendah, anak Ibu dan Bapak sering kali datang terlambat dan sering bolos dari sekolah, dia juga pernah tertidur ketika jam pelajaran”. Tentu hal tersebut membuat kedua orangtua Bayu merasa kecewa dengan hasil belajar anaknya, yang disekolahkan jauh-jauh dengan biaya yang mahal ternyata hanya membuat mereka malu saja. Setelah keluar dari ruang kesiswaan, kedua orangtua Bayu menunggu di kos yang ditempati anaknya tersebut. Sepulang sekolah, kedua orangtua Bayu mencoba bersabar dan memberikan nasehat-nasehat serta amanah kepada anaknya. “Nak, cobalah kamu berubah dari sekarang. Bapak dan Ibu sayang sama kamu. Kenapa kamu gak sayang sama kami…” ucap orangtua Bayu yang membuat anak semata wayang tersebut terdiam pilu mendegarkan nasehat orangtuanya. Berjam-jam anak lelaki tersebut di berikan nasehat hingga senja menjemput, akhirnya kedua orangtua tersebut harus pulang karena tidak bisa terlalu lama meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Setelah mencium tangan orangtuanya, Bayu mengantar keduanya sampai ke Mobil butut yang parkir di depan kos.

Malam sudah menjemput, tinggal Bayu yang sendirian didalam kos nya yang sepi. Bayu yang mengantuk segera menuju ke tempat tidur dan mulai berbaring, sambil memikirkan nasehat yang disampaikan kedua orangtuanya tadi. Mata Bayu semakin berat, ia tidur terlalu cepat. Mungkin kini ia sedang bermimpi indah atau mungkin juga sebaliknya. Tak seperti biasanya ia tidur secepat ini sejak tinggal di kos tersebut.

Udara pagi yang semakin dingin membangunkannya, Bayu yang tidur tidak memakai selimut merasakan kedinginan yang luar biasa, terlebih cuaca diluar kini sedang mendung dan kelihatannya akan turun hujan. Ia mencoba bangkit dari tidurnya, lalu pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya dengan air sejuk kemudian melanjutkan ke dapur untuk membuat segelas susu hangat. Dalam pagi buta tersebut, tiba-tiba turun hujan dan semakin lama semakin deras, cipratan airnya pun masuk lewat jendela kamar Bayu yang sedikit terbuka. Terlihat jarum jam dinding menunjukkan pukul tujuh kurang, tanpa memikirkan rasa dingin Bayu segera bergegas untuk mandi, setelah mandi ia bersiap-siap untuk pergi berangkat sekolah. Di dalam kosnya ia tidak memiliki payung maupun jas hujan, sehingga ia harus menunggu sampai hujan berhenti. Dari situ ia mulai belajar bahwa segalanya harus dipersiapkan terlebih dahulu, bak kata pepatah Sedia Payung sebelum hujan. “Coba kalau aku punya payung, pasti tidak begini kejadiannya…” celutuk Bayu.

Jarak sekolah Bayu memang tidak jauh dari kosnya, sehingga dapat dijangkau dengan berjalan kaki, namun Bayu terkadang menaiki oplet yang sering lewat di depan kosnya tersebut. Setelah mengunci pintu kos, Bayu menunggu di teras untuk menanti oplet yang biasa lewat. Hujan mulai reda, namun rintik-rintiknya masih menemani detik-detik waktu untuk masuk sekolah. Tiada alasan meski hujan turun, aktifitas sekolah tetap harus berjalan, siswa-siswi tetap harus belajar, dan guru-guru harus tetap mengajar. Itulah kebudayaan dari Sekolah Kejuruan yang ada di kota kecil tersebut.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, belum banyak siswa dan guru yang datang, seperti biasa jika cuaca tidak bersahabat maka sekolah akan membunyikan bel masuknya sedikit siang dari pada hari biasa. Untuk menunggu hal tersebut, Bayu membuka buku-buku pelajaran yang hari ini akan ia pelajari sampai pulang nanti. Tampak tulisan merah bertuliskan “Kumpulkan besok pagi”. Astaga, ia baru menyadari ada tugas dari gurunya kemarin, untung saja bel masuk masih lama sehingga ia bisa mengerjakan tugas tersebut dengan tenang. Baginya pekerjaan rumah yang diberikan itu ternyata cukup mudah dan ia dapat mengerjakan semua soal sendirian saja, tanpa mencontek tugas milik temannya seperti biasa. Dari sini ia belajar bahwa jika ada kemauan untuk berusaha maka pasti selalu ada jalan keluarnya.

Tak terasa bel sudah berbunyi, siswa-siswi yang lainnya pun juga sudah pada berdatangan. Bayu yang sudah sejak di dalam kelas hanya duduk diam menunggu kedatangan gurunya. Kebetulan saat itu mereka belajar matematika, dan Bu Zahara sendirilah yang menjadi guru mereka. Baru saja masuk, Ibu tersebut meminta kepada murid-muridnya untuk mengumpulkan tugas mereka. Setelah diperiksa, beberapa dari mereka tidak mengumpulkannya. “Dasril, Toni dan Adi. Maju ke depan…” pinta bu Zahara dengan nada tinggi. “Kenapa kalian tidak mengerjakan PR yang ibu berikan…?”, tanya bu Zahara pada anak-anak bandel yang hanya diam tersebut. “Bu, kenapa Bayu tidak dipanggil?” kata anak-anak yang lainnya kepada bu Zahara karena biasanya Bayu lah yang sering tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru-gurunya. Bu Zahara menyuruh ketiga anak tadi berdiri diluar pintu ruangan kelas sampai jam Matematika berakhir. “Bayu, coba kamu kerjakan semua PR ini di papan tulis…” pinta Bu Zahara. Setelah Bayu mengerjakannya, Bu Zahara tersenyum, “Bagus Bayu, yang kamu kerjakan benar semua…” Bu Zahara merasa kagum atas perubahan Bayu. Teman-teman Bayu yang lain tercengang, tidak biasanya Bayu seperti itu. Kini setiap ada tugas dari guru selalu dikerjakan oleh Bayu dan ulangan yang diikuti selalu mendapat nilai baik bahkan terbaik dari teman yang lainnya, terutama dalam mata pelajaran Matematika.

Prestasi Bayu sampai akhir semester pertama meningkat dan tiba masanya pembagian rapor bagi siswa di sekolah tersebut. Seluruh orangtua datang, termasuk orangtua Bayu, namun ada yang tampak berbeda. Ibunda Bayu hanya datang diantar oleh tetangganya, “Bu, Ayah mana…?, kok gak datang?” tanya Bayu penasaran. “Ayah kurang enak badan nak… jadi tidak bisa ikut” jawab Ibunda Bayu dengan nada rendah. Terdengar panggilan dari pengeras suara, “Juara umum semester ini diraih oleh… Bayu Adiatma…”. Mendengar itu Ibunda Bayu menangis haru dan tersenyum bangga atas prestasi anaknya. Namun Bayu tetap kecewa karena Ayahnya tidak bisa datang melihat ia mendapat juara.

Ayahanda Bayu sering sakit-sakitan, sudah banyak biaya keluar untuk pengobatannya. Kini keluarga Bayu jatuh miskin, sehingga Bayu jarang dikirimi uang oleh orangtuanya. Bayu tidak mengetahui hal tersebut karena ia jarang pulang ke kampung halaman. Ia hanya tahu tidak ada kiriman untuknya dan ia harus berusaha untuk mendapat uang untuk biaya hidupnya selama sekolah dan ngekos. Untuk mengatasi hal tersebut, Bayu mencoba berjualan koran pada pagi hari sebelum berangkat sekolah. Sepulang dari sekolah ia pergi ke restaurant untuk mencuci piring dan mengantar pesanan makanan. Upah yang didapatkannya cukup untuk Ia makan dan membayar uang sekolah. Bu Zahara yang mengetahui keadaan tersebut merasa kasihan, jika Bayu terus-terusan bekerja maka ia akan lupa untuk belajar. Untuk itu, Bayu diajak oleh Bu Zahara agar tinggal dirumahnya. Disana Bayu tidak diberatkan dengan biaya apapun, akan tetapi Bayu yang merasa hutang budi, membantu pekerjaan rumah tangga Bu Zahara meski sudah ada pembantu di rumah tersebut. Bayu lebih fokus dan giat belajar dengan bimbingan dari Bu Zahara. Tidak ada beban fikiran akan kekurangan biaya, sehingga bayu lebih semangat dalam meraih prestasi. Bakatnya dalam mengerjakan soal matematika tampak setelah Bayu menyelesaikan soal-soal Ujian Masuk Perguruan Tinggi milik Bu Zahara. Sehingga ketika ada perlombaan Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Negeri terkemuka yang ada di daerahnya, Bayu direkomendasikan menjadi salah satu utusan sekolah untuk mengikuti Olimpiade tersebut. Bersama teman-teman yang juga dipercaya karena kemampuannya, mereka diberikan tambahan pelajaran untuk menghadapi Olimpiade tersebut.

Dua hari sebelum Olimpiade, Bu Zahara mendapat telepon dari Ibunda Bayu bahwa Ayahnya Bayu sekarang sedang sakit keras, Bu Zahara tidak memberitahukan langsung pada Bayu karena itu dapat mengganggu konsentrasinya dalam menghadapi Olimpiade nanti. Tiba pada hari yang ditunggu, Olimpiade dilaksanakan dalam waktu dua hari, setelah melewati babak penyisihan, Bayu dan dua orang temannya masuk ke babak final. Sebelum menghadapi babak final, Bayu meminta agar Bu Zahara memberi kabar pada orangtuanya untuk mendoakan Bayu dalam menghadapi babak final nanti. Dengan percaya diri dan harapan tinggi, Bayu bersama teman yang lain berangkat ditemani kepala sekolah. Mereka sangat berharap dapat membawa pulang kemenangan dan mengharumkan nama sekolah yang belum pernah ikut Olimpiade Matematika tersebut.

Keringat deras bercucuran saat para peserta mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Panitia Olimpiade, namun tidak menggentarkan hati Bayu dan teman-temannya untuk dapat sukses melewati babak tersebut. Akhirnya Babak Final pun berakhir, tinggal menunggu hasilnya saja yang keluar siang hari itu juga. Namun, tiba-tiba Bu Zahara menelpon Kepala Sekolah, “Pak, Orangtua laki-laki Bayu masuk rumah sakit…”. Mendengar kabar itu, Bayu segera diantar ke rumah sakit tempat Ayahnya dirawat dan dua temannya diminta tetap tinggal untuk menunggu hasil Olimpiade yang sebentar lagi akan dimulai.

Setiba dirumah sakit, Ayahnya Bayu masih dirawat oleh Dokter. “Bu, gimana keadaan Ayah? Udah berapa lama Ayah sakit?” tanya Bayu dengan isaknya. “Ayahmu sekarang sedang dirawat para ahli nak, Ayah mengidap penyakit kanker otak dan sudah sampai stadium empat,,” jawab Ibunda Bayu sambil meneteskan air mata kesedihan. Bayu terdiam mendengar ucapan Ibundanya tersebut.

Dering telepon genggam kepala sekolah berbunyi, ternyata dua orang siswanya sedang menelpon “Pak, kita dapat juara umum… Ini semua berkat Bayu, kami berharap dia kemari untuk menjemput tropi…”. Kepala sekolah meminta agar Bayu ikut dan mempersembahkan kemenangan tersebut pada Ayahnya, agar ia bangga dengan anaknya tersebut. Sebelum pergi, Bayu berpamitan pada Ayahnya “Yah, ayah,,, Ayah dengar Bayu kan? Bayu juara yah, Ayah senang kan? Tunggu disini ya yah, Bayu pergi dulu untuk mengambil tropi”. Ayah Bayu tiba-tiba sadar dari komanya dengan tertatah-tatah Ayahnya berbicara, “nak…“ “mendekatlah…” “Ayah sangat bangga sama kamu, ingatlah pesan Ayah,” “harta dan benda bisa habis dalam sekejap, tapi ilmu dan akhlak bisa dibawa sampai mati…”. Sejenak Bayu memikirkan Amanah Ayahnya tersebut kemudian pergi bersama kepala sekolah.

Bayu bersama teman-teman bersyukur kepada Tuhan atas prestasi yang mereka raih, sambil membopong piala yang besar itu. Sepulangnya Bayu ke rumah sakit dari mengambil tropi, Ibunya sudah menangis. “Ada apa Bu, kenapa Ibu menangis…?” tanya Bayu cemas. Kemudian perawat lewat degan membawa jasad berselimut kain putih dari ruangan tempat Ayahnya dirawat. Tanpa sengaja tropi yang dibawa Bayu terjatuh kelantai karena genggaman tangannya yang lemas melihat kejadian tersebut. Bayu tidak menyangka akan kehilangan Ayah yang sangat ia sayangi, ia tidak sempat mengucapkan kepada Ayahnya bahwa ia sangat sayang dan ingin memberikan yang terbaik agar Ayahnya bangga. Takdir sudah berkata, Ibunda Bayu memeluk anaknya dan meminta agar jangan menangis karena Ayahnya tidak senag jika anak laki-lakinya menangis. Dari semua itu Bayu belajar untuk tegar menghadapi hidup, ia belajar bahwa hidup hanya sementara dan bukanlah selama-lamanya. Ia berjanji mengamalkan apa yang diamanahkan oleh Ayahnya pada saat-saat terakhir sebelum kepergiannya. Ilmu yang banyak tidak akan bermanfaat jika tidak dibarengi dengan Akhlak yang mulia.
Senin, 15 Maret 2010

Bakti Kepolisian terhadap Dunia Pendidikan

Police Goes to School



Kegiatan yang dilakukan oleh Satlantas Senapelan dengan berkunjung ke SMK Negeri 5 Pekanbaru menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh siswa SMK Negeri 5 Pekanbaru. Kunjungan yang dilakukan oleh AKP H Ali Dahmar Siregar, AKP Desrizal dan Aiptu Kalpari dari Lantas Polda Riau Senapelan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terhadap keamanan dan ketertiban dalam berlalulintas kepada saluruh siswa.


Seperti yang disampaikan oleh AKP H Ali Dahmar Siregar, lebih kurang 1.320 kecelakaan lalu lintas telah terjadi dan sebagian besar menimpa kaum muda yang diantaranya masih berstatus sebagai pelajar. ’’Kami berharap Semoga di SMK Negeri 5 Rumbai ini muncul komunitas-komunitas tertib lalu lintas,’’ ujar Ali Dahmar Siregar dalam pidatonya sebagai Pembina pada upacara Senin Pagi (15/3) di SMK tersebut.

Program Police Go to School ini diadakan oleh Satlantas Polda Riau untuk menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap tertib lalu lintas. “Kami ingin membentuk dari sini komunitas-komunitas peduli lalu lintas, bisa dari Pramuka nya dan juga Patroli Keamanan Sekolah. Kalau ada club motornya bisa diajak dalam kegiatan-kegiatan tertib lalu lintas, ” ucapnya saat wawancara dengan Tim School Update SMK Negeri 5 Pekanbaru. (AJ)

About Me

Foto Saya
BLOG PELAJAR
Lihat profil lengkapku